0823-1582-4340 jokoleksono8@gmail.com
Mau beli AC? Perhatikan Dahulu Jenis AC Berikut ini!

Mau beli AC? Perhatikan Dahulu Jenis AC Berikut ini!

Pendingin AC seperti sudah menjadi barang wajib untuk beberapa masyarakat di Indonesia, ini tidak terlepas karena cuaca di Indonesia yang sangat panas. Bahkan diperlukan lebih dari 1 perangkat AC untuk mendinginkan semua ruangan yang ada dirumah, walaupun banyak orang mengatakan pemasangan AC akan membengkakan biaya listrik tetapi hal ini tidak menjadi alasan banyak orang menggunakan AC lebih dari 1.

Jika Anda adalah orang yang sedang ingin membeli perangkat AC, sebaiknya Anda perhatikan luas ruangan dan sebaiknya Anda mengetahui dahulu jenis AC apa yang sesuai untuk instalasi. Mengenal luas ruangan penting karena luas ruangan berhubungan langsung dengan PK (paardekracht/ horse power) AC.

Panduan menghitung berapa PK yang Anda perlukan berdasarkan luas ruangan adalah sebagai berikut.

Perhitungan PK dalam AC
(luas ruangan dalam m2) x 500

Rumus diatas akan menghasilkan jumlah dengan satuan BTU/ h (British Thermal Unit per jam). Berapa PK yang Anda butuhkan setelah mendapatkan hasil BTU/ h dari luas ruangan:

½ PK = 5000 BTU/ h, dipergunakan untuk luas ruangan 10m2.
¾ PK = 7000 BTU/ h, untuk luas rungan 14m2.
1 PK = 9000 BTU/ h, untuk luas ruangan 18m2.
1 ½ PK = 12000 BTU/ h, untuk luas ruangan 24m2.
2 PK= 18000 BTU/ h, untuk luas ruangan 36m2.


Mengapa harus memperhatikan PK dalam memasang AC? Berkaitan dengan penggunaan listrik, sesuaikan kapasitas AC yang Anda pilih dengan ruangan. Jika ruangannya kecil dan menggunakan AC berkapasitas PK yang lebih besar maka hal tersebut akan memakan daya yang besar.

Contohnya luas ruangan Anda 10 m2 dan Anda menggunakan AC ¾ PK maka ruangan akan terasa dingin tetapi menggunakan daya yang besar. Disamping itu, jika Anda menggunakan AC berkapasitas PK yang lebih kecil untuk ruangan yang besar maka akan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk mendinginkan ruangan.

Jenis AC dan kapasitas PK ( Paarde Kracht / Horse Power)

AC Window

AC Window merupakan AC bentukan pertama yang mempunyai bentuk fisik kotak dan tanpa menggunakan remote control karena tombol pengatur sudah tergabung pada tampilan AC. Kotak AC ini mempunyai berbagai komponen seperti pendingin, penguap, kompresor, cooling coil, dan expansion valve. AC ini biasanya terletak pada sebuah slot kosong bawah jendela atau slot yang ada pada tembok ruangan.

Tipe ini juga dikenal sebagai Tipe Unitary dimana mesin didalamnya mengeluarkan udara dingin ke dalam ruangan yang diinginkan dan mengeluarkan udara panas dibagian luar ruangan. Biasanya AC Window mempunyai kapasitas dari 0,5 PK hingga 2,5 PK.

AC Split (Ductless)

Asal usul kata split dalam padanan AC adalah karena ada bagian dari air conditioner yang terpisah yaitu satu unit indoor dan satu unit outdoor yang berfungsi sebagai compressor, expansion valve dan condenser. Tidak seperti yang dulu, hanya evaporator dan cooling fan. AC Split tidak memerlukan slot khusus seperti AC Window, AC Split hanya memerlukan slot permukaan dinding. AC Split mempunyai kapasitas ½ PK hinga 2,5 PK.

AC Central (Ducted)

AC Central kerap digunakan untuk tempat-tempat yang lebih besar dengan area yang lebih besar seperti Mall atau Hotel. AC jenis ini menggunakan kompresor besar dan satu bagian yang berfungsi sebagai condensing unit diletakkan di luar gedung dan satu satu bagian yang berfungsi sebagai internal evaporative unit diletakkan di dalam gedung.

Di dalam condensing unit terdapat condensing fan, compressor, dan condensor coil sedangkan internal evaporative unit terdapat evaporator coil dan expansion valve. Kedua bagian ini bekerja sama untuk mendinginkan suhu udara dalam ruangan. Kapasitas AC Central mulai dari 10 PK hingga 20 PK.

AC Cassette

AC Cassette menempel pada plafon langit-langit. Pemasangan AC Cassette memerlukan keahlian khusus dan tenaga lebih yang berbeda dengan memasang AC lainnya. Jenis AC Cassette mempunyai berbagai ukuran mulai dari 1,5 PK hingga 6 PK.

AC Standing Floor/ Portable

AC Standing Floor mempunyai unit indoor yang berdiri dan bisa dipindahkan. AC ini kerap digunakan dalam acara-acara besar. Tipe AC ini mempunyai sistem pendingin yang terletak pada dasar bawah mesin yang mengeluarkan panas melalui ventilasi yang terdapat di dinding terluar. AC ini mempunyai kapasitas 1 PK hingga 5 PK.

Tips Merawat TV Anda

Tips Merawat TV Anda

Hampir semua produk elektronik jaman sekarang memang mudah sekali rusak jika tidak dirawat dengan baik. Entah kenapa, peralatan elektronik keluaran sekarang tak sebandel jaman dulu yang bisa tahan berabad-abad.Sekarang, harapan para konsumer elektronik adalah memiliki produk elektronik yang awet dan tidak mudah rusak, dan jika memang sampai alami kerusakan, biaya reparasinya tidak terlalu mahal, apalagi kalo produk tersebut adalah TV, pusat hiburan utama di rumah.

Mengingat harga reparasi TV LED yang tidak murah, jika Sobat Shopee ingin TV LED milikinya lebih awet perlu ketahui beberapa hal seputar perawatan TV. Dengan begitu kunjungan tukang reparasi TV LED yang bisa menguras isi dompet bisa dicegah dan TV LED kesayanganmu bisa awet untuk beberapa tahun kedepan.

Untuk itu sebaiknya Sobat Shopee sebaiknya perhatikan cara merawat TV LED berikut ini:

1 . Peletakan TV Led Haruslah Tepat

Kesalahan peletakan TV LED adalah salah satu kesalahan yang sering dilakukan, Sobat Shopee harus letakkan TV LED pada bidang yang datar dan rata. Contohnya, jika diletakkan pada meja, letakan pada bagian tengah meja supaya tidak mudah terjatuh. Pastikan juga bahwa lokasi TV di tempat yang tidak mudah terkena debu. Ini karena debu bisa menutupi lubang sirkulasi udara pada TV dan sebabkan suhu dalam TV jadi panas.

Sebaiknya TV LED dengan ukuran layar yang cukup besar dipasang pada dinding dengan memakai wall bracket. Pastikan bahwa pemasangan bracket TV LED pada dinding kuat sehingga takkan jatuh. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan jarak antara dinding dengan belakang TV yang kurang lebih 10 cm untuk mencegah TV cepat panas.

Pastikan juga bahwa posisi TV LED tidak terkena cahaya matahari secara langsung karena inidapat menyebabkan layar monitor cepat kusam. Selain itu, cahaya matahari mengandung radiasi yang bisa membahayakan kondisi layar TV LED.

Jauhkan TV LED dari medan magnet, seperti yang dihasilkan oleh speaker aktif yang berukuran besar karena dapat merusak komponen dalam TV LED. Sebaiknya jangan letakkan smartphone disekitar TV LED karena sinyalnya dapat mengacaukan sistem kerja pada TV LED.

2 . Bersihkan TV LED secara rutin

Bersihkan TV LED secara rutin, tak hanya agar terlihat bersih, tapi biar debu tidak merusak komponen dalam TV LED. Jika terlihat ada debu atau kotoran yang menempel, maka segeralah bersihkan. Jangan tunggu sampai debu menumpuk untuk membersihkannya. Jika kondisi layar sudah cukup kotor, bersihkan menggunakan cairan pembersih optik. Jangan gunakan sembarang cairan pembersih, karena ini bisa merusak layar TV LED.

Jika Sobat Shopee ingin membersihkan bagian dalam TV LED-nya dari debu, jangan coba-coba untuk membongkarnya sendiri. Sebaiknya minta tolong pada ahli servis elektronik atau membawanya ke dealer resmi jika khawatir kotoran dalam TV LED merusak kinerjanya.

3 . Perhatikan daya listrik

Memang kualitas listrik yang kita dapat dari PLN tak bisa dihandalkan dan cenderung naik turun, yang berisiko tinggi merusak komponen dalam TV LED. Agar TV LED Sobat Shopee terbebas dari hal ini, bisa dipasangkan sebuah UPS atau stabilizer untuk menjaga kondisi listrik yang ke TV lebih stabil.

Agar TV LED tidak terlalu boros listrik, ada baiknya atur kecerahan pada TV agar tak terlalu terang dan ini tentu akan membuat layar jauh lebih awet pula. Solusi lain untuk menghemat listrik adalah mencabut colokan listriknya. Sebelum mencabut colokan listrik TV LED, matikan menggunakan remote terlebih dulu dan setelah memastikan TV benar-benar mati, cabut colokan listriknya

Dengan mengikuti beberapa langkah mudah di atas semoga TV LED Sobat Shopee bisa lebih awet dan bertahan lama.

Amirul Asa Bahri – asabahri

Image:Pexels

Cara Merawat AC Agar Tetap Dingin

Cara Merawat AC Agar Tetap Dingin

Suhu udara Indonesia yang cukup hangat dan lembab sepanjang tahun seperti memberikan tanda untuk segera menginstalasi AC (Air Conditioner) di rumah Anda. Kehadiran AC sungguh membantu sekali mengusir rasa panas atau gerah yang melekat. Walaupun kipas angin juga menjauhkan Anda dari panas akan tetapi kipas angin tidak mempunyai fitur pendinginan seperti yang dimiliki oleh AC.

Memang AC terlihat seperti pahlawan pendingin udara, akan tetapi jika terus dinyalakan sepanjang hari akan mempercepat umur AC, yaitu bisa saja menimbulkan kerusakan pada mesin. Tentunya Anda tidak ingin AC Anda rusak dong, apalagi disaat cuacanya yang panas ini. Agar memperpanjang umur AC atau menjaganya agar lebih awet tentunya membutuhkan perhatian khusus Anda.

Bagi Anda yang masih melihat-melihat AC, ada baiknya Anda melihat jenis AC dan spesifikasi yang Anda butuhkan. Yang pastinya Anda memerlukan ukuran ruangan untuk menentukan Paardekracht (PK) atau tenaga yang dimiliki oleh AC ini. Oh ya, kami juga sudah melansir tentang harga AC berdasarkan PK-nya untuk Anda.

Setelah Anda membeli AC tentunya Anda ingin barang tersebut tetap awet, kan? Menjaga keawetan akan menghindari Anda mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membetulkan AC yang rusak.  Mau tahu cara supaya AC tetap tahan lebih lama? Ayo, kita simak!

7 Cara Merawat AC di Rumah Agar Awet!

  1. Sebelum Anda membeli AC, ada baiknya Anda mengetahui ukuran PaardeKracht (PK) AC. Anda juga harus mengetahui ukuran ruangan agar disesuaikan dengan ukuran PK AC. Sebelumnya Sepulsa telah membahas perhitungan PK dalam AC, Anda bisa lihat detilnya di tautan tersebut. Jika ukuran PK terlalu lebih besar daripada ukuran ruangan maka AC akan terasa terlalu dingin. Sebaliknya, jika PK terlalu kecil daripada ukuran ruangan maka AC akan terasa sedikit dingin dan mesinnya akan bekerja keras untuk mendinginkan ruangan. Maka dari itu Anda harus tahu ukuran PK yang cocok untuk ruangan Anda.
  2. Jika menyalakan AC usahakan ruangan tertutup dengan rapat. Hal ini ditujukan agar AC tidak bekerja terlalu keras untuk mendinginkan ruangan dan ruangan terasa sejuk.
  3. Apabila akan bepergian ada baiknya kamu mematikan AC. Selain Anda menghemat energi, Anda juga menghemat uang pengeluaran.
  4. Gunakan fitur timer ketika menyalakan AC sesuai dengan kebutuhan. AC sebaiknya dinyalakan paling lama 5 jam dan setelah itu istirahat mendinginkan mesin. Maka dari itu, selama menggunakan AC gunakanlah fitur timer agar mesin AC bisa terjaga dengan baik.
  5. Sebaiknya Jangan terlalu sering mengatur suhu AC menjadi dibawah 22 derajat celcius. Terlalu sering mengatur suhu AC dibawah 22 derajat celcius akan membuat mesin AC cepat panas. Selain itu juga, suhu 22 derajat merupakan suhu ruangan yang pas bagi iklim Indonesia.
  6. Lakukan pembersihan secara rutin untuk bagian dalam AC. Pembersihan rutin ini bisa Anda lakukan 1 bulan sekali jika udara tidak terlalu keruh. Sebaliknya jika keruh Anda bisa lakukan pembersihan 2 kali dalam sebulan.
  7. Sebaiknya kamu cek freon dalam AC. Jika freon mengalami bocor atau pengurangan maka AC akan menjadi kurang dingin. Sebaiknya setiap 6 bulan Anda adakan pengecekan freon pada AC oleh teknisi AC. Tak hanya bagian dalam saja AC saja, blower yang terletak di luar gedung sebaiknya dibersihkan secara rutin agar sirkulasi udara semakin segar.

Selain Anda mengetahui cara merawat penggunaan AC, Anda juga sebaiknya sadar akan penggunaan yang tepat akan kebutuhan.

 

WhatsApp chat
Telp Sekarang